Monday, 20 April 2015

Praktikum Kimia Kelas XI IPA "Pengaruh Konsentrasi Pereaksi Terhadap Laju Reaksi"

Pengaruh Konsentrasi Pereaksi Terhadap Laju Reaksi
I.       Tujuan: Mengetahui pengaruh konsentrasi pereaksi laju reaksi terhadap laju reaksi
II.    Landasan Teori
Reaksi kimia akan berlangsung lebih cepat atau laju reaksi semakin besar jika konsentrasi zat yang bereaksi semakin besar. Hal ini disebabkan semakin besar konsentrasi pereaksi, maka semakin banyak partikel-partikel zat yang bereaksi. Akibatnya, kemungkinan tumbukan yang berhasil maka semakin banyak zat baru yang terbentuk. Dengan demikian, reaksi semakin cepat berlangsung. Persamaan laju reaksi merupakan persamaan aljabar yang menyatakan hubungan laju reaksi dengan konsentrasi pereaksi.  
Persamaan laju reaksi atau hukum laju reaksi dapat diperoleh dari serangkaian eksperimen atau percobaan. Dalam setiap percobaan, konsentrasi salah satu pereaksi diubah-ubah, sedangkan konsentrasi pereaksi lain dibuat tetap.
Secara umum ditulis menurut persamaan reaksi sebagai berikut.
a A + b Bc C + d D
dan persamaan laju reaksinya:
r = k [A]m [B]n
r                 = Laju reaksi
k                = Tetapan laju reaksi
m, n           = Orde (tingkat) reaksi pada pereaksi A dan B
Orde reaksi hanya dapat ditentukan secara eksperimen. Orde reaksi pada reaksi keseluruhan disebut orde reaksi total. Besarnya orde reaksi total adalah jumlah semua orde reaksi pereaksi. Jadi, orde reaksi total (orde reaksi) pada reaksi tersebut adalah m + n. 

Telah diuraikan dalam teori tumbukan, perubahan jumlah molekul pereaksi dapat berpengaruh pada laju suatu reaksi. Kita telah tahu bahwa jumlah mol spesi zat terlarut dalam 1 liter larutan dinamakan konsentrasi molar. Bila konsentrasi pereaksi diperbesar dalam suatu reaksi, berarti kerapatannya bertambah dan akan memperbanyak kemungkinan tabrakan sehingga akan mempercepat laju reaksi.

III. Alat dan Bahan
a.  Gelas erlen meyer
b. Gelas ukur
c.  Labu ukur 50 mL
d. Kertas putih ukuran 15 X 15 cm yang diberi tanda silang hitam
e.  Stop watch
f.  Larutan HCl berbagai konsentrasi
g. Larutan Na2S2O3 0,5 M

IV.   Cara Kerja
                1.  Siapkan 3 buah gelas erlen meyer yang telah diberi label 1,2,3.
                2.  Masukkan 5 mL larutan HCl 1 M ke dalam gelas kimia nomor 1.
                3.  Simpan gelas kimia diatas kertas putih bertanda silang (x).
                4.  Tambahkan 25 mL larutan Na2S2O3 0,5 M ke dalam gelas kimia
                5.  Catat waktu yang diperlukan sejak penambahan Na2S2O3 0,5 M sampai tanda X tidak terlihat lagi.
                6.  Ulangi langkah 1-3 dengan konsentrasi HCl yang berbeda

V.      Data Hasil Pengamatan
Gelas
[HCl]
[Na2S2O3]
Waktu (s)
Laju reaksi (s-1)
1
1 M
0,5 M
10 s
0,1
2
2 M
0,5 M
9 s
0,11
3
3 M
 0,5 M
8 s
0,125
Untuk menghitung laju reaksi digunakan rumus : 1/t

Gelas 1 : 1/10     = 0,1
Gelas 2 : 1/9       = 0,11
Gelas 3 : 1/8       = 0,125

VI.   Pertanyaan
a.    Tuliskan Reaksi yang terjadi
Jawab : Na2S2O3 (aq) + 2HCl (aq)  ===>   2NaCl (aq) + SO2 (g) + S (S) + H2O(l)
b.    Tentukan variabel bebas dan variabel terikat pada percobaan tersebut

Jawab :  Variabel bebas = HCl
Variabel terikat = Na2S2O3
c.    Buatkan grafik perubahan konsentrasi HCl terhadap laju reaksi




d.   Berdasarkan data hasil pengamatan dan grafik, bagaimana pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
Jawab : Laju reaksi umumnya naik dengan bertambahnya konsentrasi pereaksi dan turun dengan berkurangnya konsentraksi pereaksi.

VII. Buatlah kesimpulan mengenai pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi berdasarkan percobaan diatas. Buatkan laporan secara tertulis dan presentasikan di depan kelas.

Kesimpulan : Jika Molaritas Konsentrasi pereaksi semakin besar maka laju reaksi akan semakin cepat serta waktunya semakin pendek. Dan jika molaritas konsentrasi pereaksi semakin kecil maka laju reaksinya akan semakin lambat serta membutuhkan waktu lebih lama.


Semoga bermanfaat,
Jangan lupa, komentar kalian sangat diperlukan agar blog ini lebih maju. thanks :))

No comments:

Post a Comment