Selamat pagi guys,, nah kali ini gua akan beranjak ke tugas Biologi kelas XI,,
Saat saya duduk di kelas XI, tugas pelajaran biologi ini tepatnya presentasi, Yapp, presentasi semua SKL yang ada di buku kita, mulai dari Sistem pernafasan, Sistem Imun, Endokrin dll.
Oke langsung aja gua kasih kalian presentasi yang pernah saya buat dan semoga bermanfaat.. :))
Langsung klik aja klo mau download :
1. Sistem Imun
2. Sistem Pernafasan
3. Sistem Saraf
4. Sistem Endokrin
Jgn lupa komentar,, dibawah ini guys :))
Oh iya satu hal, jangan copy paste langsung link yang kalian dapat nanti, apalagi di paste di blog kalian juga, karena linknya nanti bisa mati -_-, nanti gua harus reupload lagi di mediafirenya.
Wednesday, 22 April 2015
Praktikum Kimia Kelas XI IPA "Pengaruh Luas Permukaan Terhadap Laju Reaksi"
Haloo guys,, aduh sorry telat posting, soalnya dari tadi gua ada acara kelas gitu,, oh iya sorry nih klo gua postingnya tentang pelajaran Kimia terus, ya karena memang pelajaran inilah yang banyak praktikum nya untuk kelas XI IPA, kalian pasti merasakannya kan? -_-
Pengaruh Luas
Permukaan Terhadap Laju Reaksi
I.
Tujuan: untuk
mengetahui luas permukan terhadp laju reaksi
II.
Landasan Teori
Untuk
campuran yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran atau
disebut bidang sentuh. Jika luas permukaan bidang sentuh zat makin besar maka
kemampuan bersentuhan akan lebih banyak, sehingga tumbukan akan sering terjadi
dan laju reaksi makin meningkat. Semakin halus ukuran kepingan zat padat,
semakin luas permukaannya.
III.
Alat dan Bahan
a.
Labu erlen meyer
b.
Balon
c.
Larutan HCl 1 M
d.
Batu pualam CaCO3
IV.
Cara Kerja
1. Timbang 2 gram kepingan batu pualam
2. Masukan 10 mL HCl 1 M ke dalam salah satu sisi
tabung Y
3. Masukan kepingan pualam ke dalam sisi tabung Y yang
lin, kemudian segera tutup mulut tabung dengan balon.
4. Campurkan larutan HCl dengan kepingan pualam, ukur
waktu sampai balon berdiri.
5. Ulangi langkah 1-4 dengan menggunakan butiran dan
serbuk pualam.
V.
Data Pengamatan
|
Batu Pualam
|
Larutan HCl
|
Waktu
(detik)
|
|
Kepingan
|
1 M
|
14 detik
|
|
Butiran
|
1 M
|
12 detik
|
|
Serbuk
|
1 M
|
3 detik
|
VI. Pertanyaan
1. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi antara batu
pualam dengan HCl
Jawab : CaCO3
(s) + 2 HCl (aq) ===> CaCl2 (aq) + H2O
(l) + CO2 (g)
2. Bagaimana pengaruh bentuk batu pualam terhadap laju
reaksi
Jawab
: Pengaruh bentuk batu pualam terhadap laju reaksi adalah semakin bentuk batu
pualam itu menyerupai tingkat serbuk (luas permukaan sentuh semakin besar),
maka besar kemungkinan batu pualam untuk bertemu dan bereaksi dengan HCl
semakin besar.
3.
Jelaskan bagaimana
pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi ?
Jawab : Hasil percobaan
menyatakan bahwa luas permukaan bidang sentuh mempengaruhi cepat lambatnya
suatu laju reaksi. Pengaruh luas permukaan
bidang sentuh terhadap laju reaksi yaitu jika permukaan bidang sentuh semakin
luas maka laju reaksinya akan semakin cepat. Luas suatu bidang sentuh
dipengaruhi oleh ukuran partikel, semakin kecil ukuran partikel maka luas
permukaan bidang sentuh semakin besar. Jika ukuran partikel semakin besar maka
luas permukaan bidang sentuh semakin kecil.Jangan lupa untuk komentar jika bermanfaat..
thanks :))
Monday, 20 April 2015
Praktikum Kimia Kelas XI IPA "Pengaruh Konsentrasi Pereaksi Terhadap Laju Reaksi"
Pengaruh
Konsentrasi Pereaksi Terhadap Laju Reaksi
I. Tujuan:
Mengetahui pengaruh konsentrasi pereaksi laju reaksi terhadap laju reaksi
II. Landasan Teori
Reaksi kimia akan berlangsung lebih cepat atau laju reaksi semakin
besar jika konsentrasi zat yang bereaksi semakin besar. Hal ini disebabkan
semakin besar konsentrasi pereaksi, maka semakin banyak partikel-partikel zat
yang bereaksi. Akibatnya, kemungkinan tumbukan yang berhasil maka semakin
banyak zat baru yang terbentuk. Dengan demikian, reaksi semakin cepat
berlangsung. Persamaan laju reaksi merupakan persamaan aljabar yang menyatakan
hubungan laju reaksi dengan konsentrasi pereaksi.
Persamaan laju reaksi
atau hukum laju reaksi dapat diperoleh dari serangkaian eksperimen atau
percobaan. Dalam setiap percobaan, konsentrasi salah satu pereaksi diubah-ubah,
sedangkan konsentrasi pereaksi lain dibuat tetap.
Secara umum ditulis
menurut persamaan reaksi sebagai berikut.
a A + b B → c C + d D
dan persamaan laju
reaksinya:
r = k [A]m [B]n
r = Laju reaksi
k = Tetapan laju reaksi
m, n = Orde (tingkat) reaksi pada pereaksi A dan B
Orde reaksi hanya
dapat ditentukan secara eksperimen. Orde reaksi pada reaksi keseluruhan disebut
orde reaksi total. Besarnya orde reaksi total adalah jumlah semua orde reaksi
pereaksi. Jadi, orde reaksi total (orde reaksi) pada reaksi tersebut adalah m +
n.
Telah diuraikan dalam teori tumbukan, perubahan jumlah molekul pereaksi dapat berpengaruh pada laju suatu reaksi. Kita telah tahu bahwa jumlah mol spesi zat terlarut dalam 1 liter larutan dinamakan konsentrasi molar. Bila konsentrasi pereaksi diperbesar dalam suatu reaksi, berarti kerapatannya bertambah dan akan memperbanyak kemungkinan tabrakan sehingga akan mempercepat laju reaksi.
Telah diuraikan dalam teori tumbukan, perubahan jumlah molekul pereaksi dapat berpengaruh pada laju suatu reaksi. Kita telah tahu bahwa jumlah mol spesi zat terlarut dalam 1 liter larutan dinamakan konsentrasi molar. Bila konsentrasi pereaksi diperbesar dalam suatu reaksi, berarti kerapatannya bertambah dan akan memperbanyak kemungkinan tabrakan sehingga akan mempercepat laju reaksi.
III. Alat
dan Bahan
a. Gelas
erlen meyer
b. Gelas
ukur
c. Labu
ukur 50 mL
d. Kertas
putih ukuran 15 X 15 cm yang diberi tanda silang hitam
e. Stop
watch
f. Larutan
HCl berbagai konsentrasi
g. Larutan
Na2S2O3 0,5 M
IV. Cara
Kerja
1. Siapkan
3 buah gelas erlen meyer yang telah diberi label 1,2,3.
2. Masukkan
5 mL larutan HCl 1 M ke dalam gelas kimia nomor 1.
3. Simpan
gelas kimia diatas kertas putih bertanda silang (x).
4. Tambahkan
25 mL larutan Na2S2O3 0,5 M ke dalam gelas
kimia
5. Catat
waktu yang diperlukan sejak penambahan Na2S2O3
0,5 M sampai tanda X tidak terlihat lagi.
6. Ulangi
langkah 1-3 dengan konsentrasi HCl yang berbeda
Gelas
|
[Na2S2O3]
|
Waktu (s)
|
Laju reaksi (s-1)
|
|
1
|
1 M
|
0,5 M
|
10 s
|
|
2
|
2 M
|
0,5 M
|
9 s
|
0,11
|
3
|
3 M
|
0,5 M
|
8 s
|
0,125
|
Untuk menghitung laju reaksi digunakan rumus : 1/t
Gelas 1 : 1/10 = 0,1
Gelas 2 : 1/9 = 0,11
Gelas 3 : 1/8 = 0,125
VI.
Pertanyaan
a. Tuliskan
Reaksi yang terjadi
Jawab : Na2S2O3 (aq) + 2HCl (aq) ===> 2NaCl (aq)
+ SO2 (g) + S (S) + H2O(l)
b. Tentukan
variabel bebas dan variabel terikat pada percobaan tersebut
Jawab
: Variabel bebas = HCl
Variabel terikat = Na2S2O3
c.
Buatkan grafik perubahan konsentrasi HCl
terhadap laju reaksi
d. Berdasarkan
data hasil pengamatan dan grafik, bagaimana pengaruh konsentrasi terhadap laju
reaksi
Jawab : Laju reaksi umumnya naik dengan bertambahnya
konsentrasi pereaksi dan turun dengan berkurangnya konsentraksi pereaksi.
VII. Buatlah kesimpulan mengenai
pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi berdasarkan percobaan diatas. Buatkan
laporan secara tertulis dan presentasikan di depan kelas.
Semoga bermanfaat,
Jangan lupa, komentar kalian sangat diperlukan agar blog ini lebih maju. thanks :))
Sunday, 19 April 2015
Praktikum Kimia Kelas XI IPA "HARGA DELTA (H) REAKSI"
Hallo guys,, yapp, seperti yang gua udh bilang pada postingan sebelumnya, gua bakal berbagi tugas2 yang pernah gua kerjakan dari kelas XI sampai XII SMA, semoga bermanfaat..
1. JUDUL PERCOBAAN :
Ø Penentuan Harga rH reaksi netralisasi HCL dan NaOH melalui percobaan.
2.
TUJUAN PERCOBAAN
:
Ø
Dapat menghitung rH reaksi netralisasi dengan menggunakan kalorimeter.
Ø
Dapat membedakan
reaksi Endoterm dan reaksi Eksoterm.
Ø
Dapat menuliskan persamaan
termokimia untuk reaksi netralisasi.
3.
KAJIAN PUSTAKA
Setiap zat mengandung energi. Entalpi adalah
energi yang terkandung didalam zat. Perubahan suhu energy zat didalam reaksi
disebut dengan perubahan entalpi reaksi.Panas reaksi adalah energi yang
dilepaskan atau diserap bila jumlah mol masing-masing zat sama dengan koefisien
reaksinya.Panas pembentukan adalah energi yang dilepaskan atau diserap pada
pembentukan 1 mol zat dari unsur-unsurnya.
Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur
jumlah kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia.
Kalorimeter
larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang
terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan. Pada dasarnya, kalor yang
dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter. Berdasarkan
perubahan suhu per kuantitas pereaksi kemudian dihitung kalor reaksi dari
reaksi sistem larutan tersebut. Kini kalorimeter larutan dengan ketelitian
cukup tinggi dapat diperoleh dipasaran.
Penentuan
kalor reaksi secara kalorimetris merupakan penentuan yang didasarkan atau
diukur dari perubahan suhu larutan dan kalorimeter dengan prinsip perpindahan
kalor, yaitu jumlah kalor yang diberikan sama dengan jumlah kalor yang diserap.
4.
ALAT DAN BAHAN
a.
Kalorimeter sederhana yang
terbuat dari styrofoam.
b.
Gelas kimia.
c.
Penyumbat kalorimeter dari gabus
atau karet.
d.
Termometer.
e.
Larutan NaOH 0,5 M 50Ml
= 0,05L
f.
Larutan HCL 0,5 M 50Ml
= 0,05L
5.
CARA KERJA
a.
Susunlah alat kalorimeter
sederhana.
b.
Isi gelas kimia dengan 50mL
NaOH, ukur suhunya dan catat.
c.
Isi gelas kimia lain dengan 50mL
HCL. Ukur dan catat suhunya.
d.
Tuangkan 50mL NaOH 0,5 M ke
dalam kalorimeter, disusul 50mL HCL 0,5 M. Tutup kalorimeter dengan karet
penyumbat, lalu aduk campuran larutan. Catat suhu campuran larutan.
6.
DATA PENGAMATAN
a.
Suhu awal NaOH = 26o
b.
Suhu awal HCL = 26o
c.
Suhu awal rata-rata = 26o
d.
Suhu akhir campuran = 29o
e.
Perubahan suhu (rt) = 3o
7.
PERHITUNGAN
Hitunglah rH
reaksi jika diketahui : kalor jenis larutan = kalor jenis air = 4,2 J g-1k-1
kapasitas kalorimeter = 0, dan massa jenis air = 1 g mL-1. Kalor
yang dihasilkan oleh reaksi (q) = m x c x rt
JAWAB
:
(q) = -m x c x rt
= -100 x 4,2 x 3o
= -1260
Joule
Mol HCl = M HCl . L HCl Mol NaOH = M NaOH . L NaOH
= 0,5 x 0,05
= 0,5 x 0,05
= 0,025 mol
= 0,025 mol
rH = q/mol
= -1260/0,025
= -50400 Joule/mol
= -50,4 Kj/mol
8. PERTANYAAN
a.
Apakah reaksi netralisasi antara
larutan NaOH dan larutan HCL menyerap atau membebaskan kalor? Jelaskan.
b.
Reaksi tersebut eksoterm atau
endoterm? Bagaimana tandanya.
c.
Tuliskan persamaan termokimia
untuk reaksi tersebut di atas.
JAWAB
: a. Reaksi netralisasi antara larutan NaOH dan larutan HCL
menyebabkan pelepasan kalor dari sistem ke lingkungan sehingga suhu meningkat
dari 26o menjadi 29o dengan perubahan suhu (rt) = 3o.
b. Reaksi
diatas termasuk kedalam reaksi eksoterm, ditandai dengan adanya peningkatan
suhu pada lingkungan karena menyerap energi dari sistem.
c. NaOH(aq) + HCL(aq)
èèèè NaCL(aq) + H2O(l)
9.
KESIMPULAN
Percampuran antara senyawa NaOH dengan senyawa HCl termasuk
kedalam reaksi eksoterm ditandai dengan adanya kenaikan suhu karena menyerap
energi dari sistem.
DAFTAR PUSTAKA
Jangan lupa kalo bermanfaat komentar dibawah ini yah, dan share ke temen2 kalian,
Thanks :))
Thanks :))
Subscribe to:
Comments (Atom)
